Tak terasa waktuku terus berjalan.. ku jalani hari" ku yang sibuk.. semua hari seakan sama saja.
Tiap hari ku mendengar gesekan kertas, suara ketikan, bunyi klik mouse, langkah sepatu, mesin printer...
seperti setiap harinya berirama ditelingaku..
Lelah menyapaku.. menyadarkan ku arti sebuah usaha dan kerja keras.
Ya.. Hari makin berlalu.. waktuku terus berjalan..
Tak lama.. Aku sadari aku sedang berada di kanvas lukisan orang lain..
Dimana aku melukis untuk membantu memperindah lukisan orang
Bagaimana dengan lukisan ku?
Apakah ku biarkan kanvas ku kosong tak terlukis?
Ya.. mungkin saat ini aku memperindah lukisan orang lain, tapi itu untuk mempelajari apa yang akan aku lukis dikanvas ku nanti..
Sunday, June 30, 2013
Sunday, June 23, 2013
26-05-2013 | Freak, gas low
Udah beberapa hari ini aku susah tidur
Terlalu banyak pertanyaan dalam pikiranku
Baik itu urusan pekerjaan, cinta, agama, dan cita"
Aku udah berusaha untuk meringankan segala pikiran
Tapi itu malah menyesatkan, itu makin menjauhkan aku dari jawaban" dari pertanyaanku
Aku terus cari tau jawaban dari semua pertanyaan" itu
Sampai di suatu malam ketika aku ga bisa tidur, Aku kebelet mau ke kamar mandi. Tapi kenapa ke dapur?!
Sial.. segitunya kah beban pikiran aku.
24-05-2013 | Lalu apa?
Aku hanya drummer
Ku dapati nama itu dari budaya barat yang berarti drum player "tukang gebuk drum"
Entah kenapa aku bisa bangga dengan nama itu..
Ku terus berdoa minta petunjuk atas segala penerangan
Apa aku lebih bangga dengan nama Drummer dari pada Muslim?
Sungguh sangat menyedihkan..
Aku terus mencari wawasan yang berkaitan dengan drum, apapun itu dimmanapun kapanpun
Tapi kenapa aku tidak segigih itu dalam mempelajari Agama Islam
Makhluk terkutuk macam apa aku ini ?
Memang banyak guru yang sudah aku temui, aku melewati semua proses itu
dimana aku telah mengerti tujuan dan maksud dari setiap golongan
Tapi aku berada di mana??
Sungguh sangat menyedihkan..
Hamba macam apa aku ini..
Diriku yang sudah penuh noda akan kebutaan meraih jalanMU
Semoga ini sebuah proses..
Ku dapati nama itu dari budaya barat yang berarti drum player "tukang gebuk drum"
Entah kenapa aku bisa bangga dengan nama itu..
Ku terus berdoa minta petunjuk atas segala penerangan
Apa aku lebih bangga dengan nama Drummer dari pada Muslim?
Sungguh sangat menyedihkan..
Aku terus mencari wawasan yang berkaitan dengan drum, apapun itu dimmanapun kapanpun
Tapi kenapa aku tidak segigih itu dalam mempelajari Agama Islam
Makhluk terkutuk macam apa aku ini ?
Memang banyak guru yang sudah aku temui, aku melewati semua proses itu
dimana aku telah mengerti tujuan dan maksud dari setiap golongan
Tapi aku berada di mana??
Sungguh sangat menyedihkan..
Hamba macam apa aku ini..
Diriku yang sudah penuh noda akan kebutaan meraih jalanMU
Semoga ini sebuah proses..
23-05-2013 | Hampa
Tepatnya kemarin tgl 22 Mei
Ketika sahabat terdekatku satu tekat dan jiwa dalam meraih mimpi bersama telah di terangkan jalan dalam ilmu agama perihal impian kita.. musik,
Aku terhenung..
Apa yang harus aku lukis ke depannya
Aku terlahirkan di keluarga penikmat musik
Tapi entah mengapa aku baru mendapati penerangan di kala sekarang ini
Aku berterima kasih banyak kepada sahabatku, yang telah membantu menuntunku menuju jalan kebenaran
Tapi entah.. Aku sudah tidak terpisahkan dengan unsur musik. Aku telah dibutakan atas senjata setan dalam memalsukan jalan jalan menuju kebenaran.
Apa yang harus aku lakukan..
22-05-2013 | Ketika sahabatku menegur
Musik Itu Haram Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah
Allah Ta’ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna sehingga dia menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan.” (QS. Luqman: 6)
Abdullah bin Mas’ud berkata menafsirkan ‘perkataan yang tidak berguna’,
“Dia -demi Allah- adalah nyanyian.”
Dalam riwayat lain beliau berkata,
“Itu adalah nyanyian, demin yang tidak ada sembahan yang berhak selain-Nya,” beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.
Ini juga merupakan penafsiran dari Ibnu Abbas dan Jabir bin Abdillah dari kalangan sahabat. Dan dari kalangan tabi’in: Ikrimah, Said bin Jubair, Mujahid, Mak-hul, Al-Hasan Al-Bashri, dan selainnya. (Lihat selengkapnya dalam Tafsir Ibnu Katsir: 3/460)
Dari Abu Malik Al-Asy’ari radhiallahu anhu bahwa dia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعازِفَ
“Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik.” (HR. Al-Bukhari no. 5590)
Kalimat ‘akan menghalalkan’ menunjukkan bahwa keempat hal ini asalnya adalah haram, lalu mereka menghalalkannya.
Lihat pembahasan lengkap mengenai keshahihan hadits ini serta sanggahan bagi mereka yang menyatakannya sebagai hadits yang lemah, di dalam kitab Fath Al-Bari: 10/52 karya Al-Hafizh dan kitab Tahrim Alat Ath-Tharb karya Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah.
Penjelasan ringkas:
Benarkah Musik,Lagu,Nyanyian itu Haram? [Hukum Musik]
Nyanyian secara mutlak adalah hal yang diharamkan, baik disertai dengan musik maupun tanpa alat musik, baik liriknya berbau maksiat maupun yang sifatnya religi (nasyid).
Hal itu karena dalil-dalil di atas bersifat umum dan tidak ada satupun dalil yang mengecualikan nasyid atau nyanyian tanpa musik.
Jadi nyanyian dan musik ini adalah dua hal yang mempunyai hukum tersendiri.
Surah Luqman di atas mengharamkan nyanyian, sementara hadits di atas mengharamkan alat musik. Jadi sebagaimana musik tanpa nyanyian itu haram, maka demikian pula nyanyian tanpa musik juga haram, karena keduanya mempunyai dalil tersendiri yang mengharamkannya.
Sebagai pelengkap, berikut kami membawakan beberapa ucapan dari keempat mazhab mengenai haramnya musik dan nyanyian:
A. Al-Hanafiah.
Abu Hanifah rahimahullah berkata,
“Nyanyian itu adalah haram dalam semua agama.” (Ruh Al-Ma’ani: 21/67 karya Al-Alusi)
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata,
“Abu Hanifah membenci nyanyian dan menghukumi perbuatan mendengar nyanyian adalah dosa.” (Talbis Iblis hal. 282 karya Ibnu Al-Jauzi)
B. Al-Malikiah
Ishaq bin Isa Ath-Thabba’ berkata,
“Aku bertanya kepada Malik bin Anas mengenai nyanyian yang dilakukan oleh sebagian penduduk Madinah. Maka beliau menjawab,
“Tidak ada yang melakukukan hal itu (menyanyi) di negeri kami ini kecuali orang-orang yang fasik.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf wan Nahyu anil Munkar hal. 142, Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 282, dan sanadnya dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 98)
Abu Ath-Thayyib Ath-Thabari berkata,
“Adapun Malik bin Anas, maka beliau telah melarang dari menyanyi dan mendengarkan nyanyian. Dan ini adalah mazhab semua penduduk Madinah.” (Talbis Iblis hal. 282)
C. Asy-Syafi’iyah.
Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
“Aku mendapati di Iraq sesuatu yang bernama taghbir, yang dimunculkan oleh orang-orang zindiq guna menghalangi orang-orang dari membaca AL-Qur`an.” (Riwayat Abu Nuaim dalam Al-Hilyah: 9/146 dan Ibnu Al-Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 283 dengan sanad yang shahih)
Taghbir adalah kumpulan bait syair yang berisi anjuran untuk zuhud terhadap dunia, yang dilantunkan oleh seorang penyanyi sementara yang hadir memukul rebana mengiringinya.
Kami katakan:
Kalau lirik taghbir ini seperti itu (anjuran zuhur terhadap dunia) dan hanya diiringi dengan satu alat musik sederhana, tapi tetap saja dibenci oleh Imam Asy-Syafi’i, maka bagaimana lagi kira-kira jika beliau melihat nasyid yang ada sekarang, apalagi jika melihat nyanyian non religi sekarang?!
Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah berkata mengomentari ucapan Asy-Syafi’i di atas,
“Apa yang disebutkan oleh Asy-Syafi’i bahwa taghbir ini dimunculkan oleh orang-orang zindiq adalah ucapan dari seorang imam yang mengetahui betul tentang landasan-landasan Islam. Karena mendengar taghbir ini, pada dasarnya tidak ada yang senang dan tidak ada yang mengajak untuk mendengarnya kecuali orang yang tertuduh sebagai zindiq.” (Majmu’ Al-Fatawa: 11/507)
Ibnu Al-Jauzi berkata,
“Murid-murid senior Asy-Syafi’i radhiallahu anhum mengingkari perbuatan mendengar (nyanyian).” (Talbis Iblis hal. 283)
Ibnu Al-Qayyim juga berkata dalam Ighatsah Al-Luhfan hal. 350,
“Asy-Syafi’i dan murid-murid seniornya serta orang-orang yang mengetahui mazhabnya, termasuk dari ulama yang paling keras ibaratnya dalam hal ini (pengharaman nyanyian).”
Karenanya Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbi Iblis hal. 283,
“Maka inilah ucapan para ulama Syafi’iyah dan orang-orang yang baik agamanya di antara mereka (yakni pengharaman nyanyian). Tidak ada yang memberikan keringanan mendengarkan musik kecuali orang-orang belakangan dalam mazhabnya, mereka yang minim ilmunya dan telah dikuasai oleh hawa nafsunya.”
D. Al-Hanabilah
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata,
“Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak menyukainya.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf hal. 142)
Ibnu Al-Jauzi berkata dalam Talbis Iblis hal. 284,
“Adapun nyanyian yang ada di zaman ini, maka terlarang di sisi beliau (Imam Ahmad), maka bagaimana lagi jika beliau mengetahui tambahan-tambahan yang dilakukan orang-orang di zaman ini.”
Kami katakan: Itu di zaman Ibnu Al-Jauzi, maka bagaimana lagi jika Ibnu Al-Jauzi dan Imam Ahmad mengetahui bentuk alat musik dan lirik nyanyian di zaman modern seperti ini?!
Kesimpulannya:
Ibnu Taimiah rahimahullah berkata,
“Imam Empat, mereka telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik yang merupakan alat-alat permainan yang tidak berguna.” (Minhaj As-Sunnah: 3/439)
Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata,
“Hendaknya diketahui bahwa jika rebana, penyanyi wanita, dan nyanyian sudah berkumpul maka mendengarnya adalah haram menurut semua imam mazhab dan selain mereka dari para ulama kaum muslimin.” (Ighatsah Al-Luhfan: 1/350)
Al-Albani rahimahullah berkata dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 105 berkata,
“Para ulama dan fuqaha -dan di antara mereka ada Imam Empat- telah bersepakat mengharamkan alat-alat musik, guna mengikuti hadits-hadits nabawiah dan atsar-atsar dari para ulama salaf.”
21-04-2013 | Fallin love with this song
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati rasa yang telah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saatku tertatih (saat ku tertatih)
Tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Tanpa kau di sini (tanpa kau di sini)
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Takkan ku sia-siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini, untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Saturday, June 22, 2013
22-06-2013 | Alhamdulillah lega~
Alhamdulillah ya sebentar lagi memasuki bulan puasa, Aku mau bulan puasa ini jadi bulan yang penuh ketulusan, keikhlasan, & ga ada beban apapun.
Aku mau minta maaf, aku udah bohong sama kamu. Maaf dulu aku pergi tinggalin kamu. Mungkin udah terlambat untuk bilang sekarang. Maaf aku udah bohong dengan mengada" tentang alasan kepergianku. Aku bingung cari alasan apalagi. Sakit aku udah parah, tapi dulu semua itu ga terasa sakit waktu sama kamu terus. Aku gamau kamu tau soal itu. Aku mau jadi orang yg normal tanpa beban & gamau buat kamu kepikiran. Pas aku UN, aku seharusnya udah harus dapet perawatan khusus di Surabaya. Aku terus perlambat itu semua karena cuma mau bisa sama kamu terus. Aku buat keterangan palsu dari dokter kalo aku udah stabil. Surat ijin palsu dari dokter kalo aku bakal baik" aja kuliah di Bandung & masih banyak lagi aku udah bohongin ortu aku. Waktu berjalan terus.. dan aku ketauan. Minggu itu juga aku harus ke Makassar buat temuin dokter yang biasa tanganin aku. Beberapa minggu, aku ijin ke Jakarta dengan alasan mau ketemu temen". Aku sempetin ngeband dll sm temen". Dan aku mau jadiin hari spesial buat kamu seharian. tapi Allah berkehendak lain.. Sebelum hari itu, ternyata aku udah harus ke Surabaya karena penyesuaian sama jadwal dokter. Maaf aku ga sempet ketemu kamu. Waktu terus berjalan.. Selama di Surabaya aku selalu berusaha ada dan baik" aja di pandangan kamu. Aku curhat ke Kaka sepupu aku tentang kamu.. Semuanya. Dan beberapa minggu.. Aku drop, aku koma beberapa hari. Waktu aku sadar dan pulih yang aku pikir cuma kamu.. Aku udah lama ga kasih kabar ke kamu. Tapi kata kaka sepupu aku, aku harus sabar. Entah apa maksudnya. Aku ga mau salahin siapapun termasuk kaka sepupu aku karena udah sedikit ikut campur & main" sama hp aku. Aku pasrah.. Beberapa hari kemudian aku drop lagi. Abis aku siuman, dapet kabar katanya aku harus ke Singapura. Tapi karena kendala paspor dan faktor kondisi, aku ga jadi berangkat. Aku ga ada harapan lagi buat sembuh. Aku kalah. Semua terasa sia". Lambat laun.. Akhirnya aku berusaha jujur dan cerita ke kamu kalo aku ada sakit jantung. Aku sedikit lega. Aku sempetin terus bbm an sama mama kamu. Aku dapet percikan semangat. Mulai hari" itu, aku dengan semangat ikutin semua aturan" dokter dll. 2 Bulan kemudian.. Subhanallah.. Aku sembuh. Aku udah bisa di bilang stabil. Aku seneng banget. Tapi 2 minggu aku ngerasain kehampaan. Apa alasan aku ga bahagia? Aku tau kamu emang udah sama orang lain. Tapi entah aku berusaha lupain itu. Aku terus cari tau alasan apa sampai aku harus bertahan buat kamu.. Mungkin aku udah terlalu jauh mencintaimu. Aku coba lewatin semua. Berpura" seakan semua biasa saja. Aku mulai coba telfon" kamu. Aku seneng kamu cerita ini itu. Tapi setiap kamu sedih karena dia, aku lebih sedih. Dan lama" ga terasa.... aku jadi manusia labil.. ga jelas. Aku coba sibukin diri kerja ini itu. Bantu" mama jualan. Aku labil.. Aku rasa makin ga jelas situasi antara kamu dan aku. Waktu berjalan... Kamu putus sama dia. Aku berusaha deketin kamu lagi. Aku mau tau.. apa aku masih sama seperti dulu dimata kamu. Apa masih ada rasa yang sama seperti dulu. Dan ternyata itu udah lama hilang. Kamu bilang "Kita ga akan pernah kembali seperti dulu". Aku sedih banget. Aku pasrah. Aku coba bangkit. Biar hanya Allah yang menjadi saksi perjuangan cinta aku. Ada banyak hikmah yang aku dapet dari semua ini. Aku mencoba menutup hati pada siapapun. Aku sibuk perdalami Ilmu Agama.. Sampai saat ini. Sekarang semua sampai di sini antara kamu dan aku hanya sebatas nama. Mudah"an dengan kejujuran ini aku lega, tenang.. menyambut bulan yang penuh berkah ini.
Aku mau minta maaf, aku udah bohong sama kamu. Maaf dulu aku pergi tinggalin kamu. Mungkin udah terlambat untuk bilang sekarang. Maaf aku udah bohong dengan mengada" tentang alasan kepergianku. Aku bingung cari alasan apalagi. Sakit aku udah parah, tapi dulu semua itu ga terasa sakit waktu sama kamu terus. Aku gamau kamu tau soal itu. Aku mau jadi orang yg normal tanpa beban & gamau buat kamu kepikiran. Pas aku UN, aku seharusnya udah harus dapet perawatan khusus di Surabaya. Aku terus perlambat itu semua karena cuma mau bisa sama kamu terus. Aku buat keterangan palsu dari dokter kalo aku udah stabil. Surat ijin palsu dari dokter kalo aku bakal baik" aja kuliah di Bandung & masih banyak lagi aku udah bohongin ortu aku. Waktu berjalan terus.. dan aku ketauan. Minggu itu juga aku harus ke Makassar buat temuin dokter yang biasa tanganin aku. Beberapa minggu, aku ijin ke Jakarta dengan alasan mau ketemu temen". Aku sempetin ngeband dll sm temen". Dan aku mau jadiin hari spesial buat kamu seharian. tapi Allah berkehendak lain.. Sebelum hari itu, ternyata aku udah harus ke Surabaya karena penyesuaian sama jadwal dokter. Maaf aku ga sempet ketemu kamu. Waktu terus berjalan.. Selama di Surabaya aku selalu berusaha ada dan baik" aja di pandangan kamu. Aku curhat ke Kaka sepupu aku tentang kamu.. Semuanya. Dan beberapa minggu.. Aku drop, aku koma beberapa hari. Waktu aku sadar dan pulih yang aku pikir cuma kamu.. Aku udah lama ga kasih kabar ke kamu. Tapi kata kaka sepupu aku, aku harus sabar. Entah apa maksudnya. Aku ga mau salahin siapapun termasuk kaka sepupu aku karena udah sedikit ikut campur & main" sama hp aku. Aku pasrah.. Beberapa hari kemudian aku drop lagi. Abis aku siuman, dapet kabar katanya aku harus ke Singapura. Tapi karena kendala paspor dan faktor kondisi, aku ga jadi berangkat. Aku ga ada harapan lagi buat sembuh. Aku kalah. Semua terasa sia". Lambat laun.. Akhirnya aku berusaha jujur dan cerita ke kamu kalo aku ada sakit jantung. Aku sedikit lega. Aku sempetin terus bbm an sama mama kamu. Aku dapet percikan semangat. Mulai hari" itu, aku dengan semangat ikutin semua aturan" dokter dll. 2 Bulan kemudian.. Subhanallah.. Aku sembuh. Aku udah bisa di bilang stabil. Aku seneng banget. Tapi 2 minggu aku ngerasain kehampaan. Apa alasan aku ga bahagia? Aku tau kamu emang udah sama orang lain. Tapi entah aku berusaha lupain itu. Aku terus cari tau alasan apa sampai aku harus bertahan buat kamu.. Mungkin aku udah terlalu jauh mencintaimu. Aku coba lewatin semua. Berpura" seakan semua biasa saja. Aku mulai coba telfon" kamu. Aku seneng kamu cerita ini itu. Tapi setiap kamu sedih karena dia, aku lebih sedih. Dan lama" ga terasa.... aku jadi manusia labil.. ga jelas. Aku coba sibukin diri kerja ini itu. Bantu" mama jualan. Aku labil.. Aku rasa makin ga jelas situasi antara kamu dan aku. Waktu berjalan... Kamu putus sama dia. Aku berusaha deketin kamu lagi. Aku mau tau.. apa aku masih sama seperti dulu dimata kamu. Apa masih ada rasa yang sama seperti dulu. Dan ternyata itu udah lama hilang. Kamu bilang "Kita ga akan pernah kembali seperti dulu". Aku sedih banget. Aku pasrah. Aku coba bangkit. Biar hanya Allah yang menjadi saksi perjuangan cinta aku. Ada banyak hikmah yang aku dapet dari semua ini. Aku mencoba menutup hati pada siapapun. Aku sibuk perdalami Ilmu Agama.. Sampai saat ini. Sekarang semua sampai di sini antara kamu dan aku hanya sebatas nama. Mudah"an dengan kejujuran ini aku lega, tenang.. menyambut bulan yang penuh berkah ini.
22-04-2013 | My Outgiving | Happy Birthday to You !!!
Happy Birthday!! Yeay!! :D
Udah gede nih :p
Sebentar lagi kamu lulus ya.. Amin O:)
Hmmm :) mau ucapin apa ya..
Ya pokoknya yang baik" aja buat kamu ya.. Jangan lupa Pajaknya hehe
Umm.. eh iya aku mau pesen aja sama kamu.
Kamu bentar lagi pasti akan masuk ke level kehidupan berikutnya. *Maksudnya??
ya.. level dimana kamu pasti akan mendapatkan ujian yang lebih berat dari sebelumnya pastinya. Dimana masa" itu kamu ga boleh memanjakan diri kamu. Sudah waktunya kamu berfikir lebih dewasa. Dan itu memang pilihan yang harus kamu ambil. Pikirkan dan rencanakan apa yang mau kamu lukis di kanvas untuk menjadi lukisan yang indah dan berkesan.. bukan hanya menurut diri sendiri, tapi di mata orang lain terutama orang tua kamu. Jangan lupa disamping itu perhatikan kanvas kamu jangan sampai lubang (Sholat) supaya semua yang mau kamu lukis ga ada hambatan. Kalau perlu pertebal kanvas kamu (Al-Quran, Hadist, & Sunnah Rasul) supaya kamu bisa lebih yakin dan enjoy dalam melukiskan kehidupan kamu.
Kalo ada waktu kita ketemu ya..
Udah gede nih :p
Sebentar lagi kamu lulus ya.. Amin O:)
Hmmm :) mau ucapin apa ya..
Ya pokoknya yang baik" aja buat kamu ya.. Jangan lupa Pajaknya hehe
Umm.. eh iya aku mau pesen aja sama kamu.
Kamu bentar lagi pasti akan masuk ke level kehidupan berikutnya. *Maksudnya??
ya.. level dimana kamu pasti akan mendapatkan ujian yang lebih berat dari sebelumnya pastinya. Dimana masa" itu kamu ga boleh memanjakan diri kamu. Sudah waktunya kamu berfikir lebih dewasa. Dan itu memang pilihan yang harus kamu ambil. Pikirkan dan rencanakan apa yang mau kamu lukis di kanvas untuk menjadi lukisan yang indah dan berkesan.. bukan hanya menurut diri sendiri, tapi di mata orang lain terutama orang tua kamu. Jangan lupa disamping itu perhatikan kanvas kamu jangan sampai lubang (Sholat) supaya semua yang mau kamu lukis ga ada hambatan. Kalau perlu pertebal kanvas kamu (Al-Quran, Hadist, & Sunnah Rasul) supaya kamu bisa lebih yakin dan enjoy dalam melukiskan kehidupan kamu.
Kalo ada waktu kita ketemu ya..
28-01-2013 | My Bad Diary
Aku tau mungkin sekarang perasaan aku udah bener" ga berarti apa" buat kamu. Aku cuma masa lalu kamu. Dan mungkin akan terus menjadi masa lalu kamu. Aku liat kamu juga udah punya kehidupan sendiri.. Yang jelas kamu udah tau bagaimana cara melupakan aku. Mungkin sepatah katapun yang aku tulis sekarang ga akan berarti apa" buat kamu. Kamu tau? hmh.. Rasanya dulu.. Aku cuma bisa tahan.. Terus simpen kabar buruk ini dan ga mau kasih tau ke kamu sampai aku bisa sembuh. Tapi dengan sakit ini pun, kamu selalu bisa buat aku bahagia disaat dulu kita bersama. Sampai saat ini aku selalu ingin kembali merasakan itu walaupun sedikit aja. Ya aku tau, walaupun udah ga mungkin lagi kamu menatap ke belakang. Sampai sekarang aku cuma bisa tahan rindu yang sekarang kamu udah bersama orang lain. Kemarin.. Semua perjuangan aku buat bisa sembuh tanpa kamu itu bener" nyiksa aku. Sakit banget. Memang aku salah udah bohong sama kamu. Aku terus simpen rahasia ini. Aku udah bohong pergi ninggalin kamu untuk alasan yang aku buat". Aku pergi bukan karena alasan bekerja di perusahaan papa untuk melunasi utang" keluarga. Aku sakit.. Aku pergi untuk penanganan khusus penyakit aku.. Maaf. Aku terus berdoa.. Tanpa kamu yang aku harap cuma sekedar tanya kabar aku. Saat itu aku butuh kamu. Aku berjuang sembuh demi kamu.. Aku ga mau kamu dapet kabar yang lebih buruk. Aku berjuang.. Semua terasa ga mudah.
Kemarin.. Tepatnya 27 Januari, atas kekuasaan Allah SWT, sakitku sembuh. Aku sembuh.. Aku seneng. Tapi seseneng apapun yang aku rasain.. yang ada cuma perih. Sekarang aku selalu bertanya. Apa aku manusia yang tak pernah bersyukur? aku ga bahagia. Aku kehilangan kebahagiaan aku. Semua membuat aku luntur apa aku masih ingin berjuang, bangkit demi mendapatkan kebahagiaan aku yang telah hilang. Aku tau.. Apa karena kamu sudah bahagia? Ya. Kamu udah seutuhnya ga butuh aku lagi. Dunia berputar begitu cepat. Aku anggap semua ini ujian. Ini sebuah tamparan keras buat aku karena udah terlalu jauh jatuh ke dalam cinta yang salah. Yang seharusnya aku berikan cinta itu kepada Allah, Rasulullah, dan Orang tua aku. Memang cinta itu harus diperjuangkan. Tapi.. Ga akan pernah bisa kalau cuma aku sendiri yang memperjuangkan.
Kemarin.. Tepatnya 27 Januari, atas kekuasaan Allah SWT, sakitku sembuh. Aku sembuh.. Aku seneng. Tapi seseneng apapun yang aku rasain.. yang ada cuma perih. Sekarang aku selalu bertanya. Apa aku manusia yang tak pernah bersyukur? aku ga bahagia. Aku kehilangan kebahagiaan aku. Semua membuat aku luntur apa aku masih ingin berjuang, bangkit demi mendapatkan kebahagiaan aku yang telah hilang. Aku tau.. Apa karena kamu sudah bahagia? Ya. Kamu udah seutuhnya ga butuh aku lagi. Dunia berputar begitu cepat. Aku anggap semua ini ujian. Ini sebuah tamparan keras buat aku karena udah terlalu jauh jatuh ke dalam cinta yang salah. Yang seharusnya aku berikan cinta itu kepada Allah, Rasulullah, dan Orang tua aku. Memang cinta itu harus diperjuangkan. Tapi.. Ga akan pernah bisa kalau cuma aku sendiri yang memperjuangkan.
04-05-2013 | Beautiful rhymes but Hurt
Tersenyumlah saat kau mengingatku
Karena pada saat itu aku sangat merindukanmu
Karena pada saat itu aku sangat merindukanmu
Menangislah saat kau merindukanku
Karena pada saat itu aku sudah tak disisimu
Ingin rasanya ku memutar semua
Masuk kedalam kengangan yang pernah ada
Merasakan hangatnya cinta bersama
Dan takkan pernah ku jadikannya sia sia
Bayanganmu tak luput dari kekosonganku
Menjadikanku semakin merasakan perihnya merindu
Ingin ku melupakanmu
Namun batin ini selalu memanggil namamu
Kepergianmu mengukir luka
Membuatku trauma akan rasa cinta
Tapi ku tak akan melupakan janji kita
Janji untuk bersama selamanya
Walau kini semua lenyap sudah
Subscribe to:
Comments (Atom)